Nasihat Keluarga Muslimah Bag.2

KEPADA UKHTI MUSLIMAH

saya menulis nasehat ini kepada setiap saudariku ukhti muslimah, yang telah rela menjadikan Allah sebagai Rabbnya, Islam sebagai agamanya, dan Muhammad shalallahu alaihi wa sallam sebagai Rasul Allah.

Wahai saudariku.

Dari Anas t dari Nabi r , beliau bersabda: “Tidak beriman seseorang diantara kamu sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (Muttafaq alaih).

Maka baris-baris sederhana ini sengaja ditulis untuk anda dari sesama saudara muslim yang bersaksi atas nama Allah bahwa ia sangat mencintai saudarinya sebagaimana cintanya kepada keluarga dan saudari-saudari muslimah lainnya.

Wahai saudariku, ukhti muslimah. Hendaknya kita tahu dengan penuh keyakinan, bahwa kita tidak diciptakan main-main tanpa ada arti dan tidak pula dibiarkan begitu saja tanpa tujuan dan pertanggung- jawaban.

Allah I berfirman:

“Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main 9saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? Maka maha tinggi Allah, Raja yang sebenarnya; tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Dia, Rabb (yang mempunyai) Arsy yang mulia.” (QS. Al-Mu’minun:115-116)

“Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja(tanpa pertanggung jawaban)?” (QS.Al-Qiyamah:36)

Akan tetapi kita telah diciptakan oleh Allah pencipta alam yang indah ini untuk suatu tujuan yang agung, sebagaimana firman-Nya:

“Dan kami menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS.Adz-Dzariyat:56).

Allah juga telah menerangkan kepada kita tentang ibadah tersebut dengan pengertiannya yang meliputi seluruh aspek kehidupan melalui para Rasul  ‘Alaihimussalam sebagaimana firman-Nya:

“Sesunggunhya Kami telah mengutus para Rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al-Kitab dan neraca (keadilan) agar manusia dapat malaksanakan keadilan.” (QS. Al-Hadid: 25).

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada setiap ummat (untuk menyerukan) “sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut.” (QS. An-Nahl: 36).

Dan Allah I telah memberikan kepada kita ni’mat dengan mengutus Muhammad bin Abdullah r sebagai Nabi terakhir dan Rasul yang diutus untuk seluruh ummat manusia.

Allah I berfirman:

Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki diantara kamu, tetapi dia adalah utusan Allah (Rasulullah) dan penutup para Nabi.” (QS. Al-Ahzab: 40).

 “Katakanlah: “Hai manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Rabb (yang berhak disembah) selain Dia, yang Maha Menghidupkan dan Maha Mematikan. Maka berimanlah kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk.” (Al-A’raf:158).

Maka segala puji bagi Allah atas nikmat Islam.

Wahai saudariku, ketahuilah –semoga Allah memberi taufiq kepada anda untuk setiap kebaikan- bahwa Islam telah mengatur kehidupan seorang muslim dan muslimah sesuai dengan sistem yang datang dari pencipta alam ini, yang Maha Tinggi dan Maha suci, yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana. Untuk itu, saya wasiatkan agar anda berpegang teguh kepada ajaran-ajaran agama Islam ini, baik yang kecil maupun yang besar, di setiap waktu dan tempat, dan hendaknya Kitabullah (Al-Qur’an) dan sunnah Rasulullah r menjadi sinar penerang yang menerangi jalan anda. Semoga Allah menjaga dan memelihara anda.

Wahai saudariku, ketahuilah – semoga Allah menjaga anda- bahwa kebahagiaan di dunia dan di akhirat tergantung kepada pelaksanaan syari’at Allah I dalam kehidupan kita.

Allah I berfirman:

 “Barangsiapa yang mengerjakan amal shaleh baik laki-laki maupun perempuan, sedang ia beriman, maka sesungguhnya kami akan berikam kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya kami akan memberikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl:97)

Dan berhati-hatilah dari pengaruh kebatilan setan dari (golongan) manusia dan (golongan) jin, yang sudah direncanakan sedemikian rupa oleh mereka, karena mereka sangat berbahaya. Pencipta anda dan pencipta alam semesta ini telah mengingatkan dalam Al-Qur’an:

 “Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap Nabi itu musuh, yaitu setan-setan dari (jenis) manusia dan (jenis) jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia).” (QS. Al-An’am: 112).

 “Dan demikian juga, telah Kami jadikan untuk setiap Nabi musuh dari orang-orang yang berdosa. Dan cukuplah Rabbmu menjadi Pemberi petunjuk dan Penolong.” (QS. Al-Furqan: 31).

Wahai saudariku, berbekallah dengan ilmu agama dari kitabullah (Al-Qur’an) dan sunnah Rasulullah r, Usahakan agar dapat menghafal Kitabullah atau semampu yang dapat anda hafalkan. Pelajarilah rukun-rukun iman, rukun-rukun Islam, dan ihsan. Praktekkanlah semua itu dalam kehidupan nyata anda, jadilah anda –semoga Allah memberi taufiq kepada anda untuk setiap apa yang dicintai dan diridhai-Nya- suri tauladan yang baik bagi keluarga dan saudari-saudari anda yang lain, yang muslimah.

Wahai saudariku, pelajari dan laksanakanlah  hadits berikut ini; Dari Umar bin Khattab t berkata: “Ketika kami sedang duduk-duduk bersama Rasulullah r pada suatu hari tiba-tiba datang seorang laki-laki berpakaian putih sekali dan rambut hitam pekat, tidak tampak padanya bekas perjalanan jauh dan tak seorangpun diantara kami yang mengenalnya, sampai duduk dekat beliau kemudian menyandarkan kedua lututnya pada lutut beliau dan berkata: “Hai Muhammad, beritahu aku tentang Islam, Rasulullah menjawab: Islam adalah hendaklah engkau bersaksi bahwa tiada Rabb (yang berhak disembah) selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa ramadhan, dan hendaklah engkau menunaikan haji ke baitullah jika engkau mampu melaksanakan perjalanan ke sana. Ia berkata : “engkau benar”.  Kami semua heran kepadanya, karena dia bertanya dan membenarkannya. Kemudian ia bertanya: ‘Beritahu aku tentang iman’. Beliau menjawab: “Hendaklah engkau beriman kepada Allah, Malaikat-malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya, Hari kemudian, dan hendaklah engkau beriman kepada Qadar yang baik dan yang buruk”. Ia berkata: “engkau benar”. Kemudian ia bertanya lagi: “beritahu aku tentang ihsan”.  Beliau menjawab: “hendaklah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, jika engkau tidak melihat-Nya sesungguhnya Dia melihat engkau.” Tanyanya lagi: “beritahu aku tentang hari kiamat? Beliau menjawab: “yang ditanya tidak lebih tahu tentangnya daripada yang menanya“. Tanyanya lagi: “beritahu aku tentang tanda-tandanya (kiamat).” Beliau menjawab: “Apabila seorang budak perempuan malahirkan tuannya, dan apabila engkau melihat orang-orang yang tanpa terompah dan tanpa pakaian, pengembala kambing berlomba membangun gedung-gedung mewah“. Kemudian orang tersebut pergi dan saya diam lama sekali, lalu beliau bertanya: “Wahai Umar, tahukah engkau siapa yang bertanya tadi? Aku menjawab: “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu” Beliau mejawab: “Dia adalah Jibril telah datang  kepadamu untuk mengajarkan agamamu kepadamu.” (HR. Muslim).

Wahai saudariku, hayatilah ayat-ayat berikut ini. Allah I berfirman:

“Maka Rabb Mereka memperkenankan permohonan mereka (dengan berfirman): “Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal diantara kamu, baik laki-laki maupun perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain.” (QS. Ali Imran: 195).

“Dan orang-orang yang bertaqwa kepada Rabbnya dibawa ke dalam surga berombong-rombongan (pula). Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu- pintunya telah terbuka dan berkatalah penjaga-penjaganya: “Kesejahteraan (dilimpahkan) kepada kalian, berbahagialah kalian. Maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya.” Dan mereka mengucapkan: “Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-janji-Nya kepada kami dan telah (memberi) kepada kami tempat ini sedang kami (diperkenankan) menempati tempat dalam surga dimana saja yang kami kehendaki.” Maka surga itulah sebaik-baik balasan bagi   arang-orang yang beramal. (QS. Az-zumar: 73-74).

 “Berlomba-lombalah kamu untuk mendapatkan ampunan dari Rabbmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, itulah karunia Allah diberikannya kepada siapapun yang dikehendakinya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (QS. Al-hadid: 21).

Wahai saudariku, dariIbnu Abbast,iaberkata: “suatu hari aku diboncengkan Nabi r, kemudian beliau bersabda: ‘Hai anak kecil, aku akan mengajarkan kamu beberapa kata; jagalah Allah, tentu Dia akan menjagamu. Jagalah Allah niscaya engkau mendapatkan-Nya di depanmu. Jika engkau minta sesuatu, mintalah kepada Allah. Jika engkau minta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah, jika ummat berkumpul agar dapat memberi sesuatu manfaat kepadamu tak akan dapat memberimu suatu manfaat kecuali yang telah dituliskan Allah untukmu, dan jika mereka berkumpul untuk mendatangkan suatu madharat kepadamu, mereka tidak akan mampu mendatangkan suatu madharat kepadamu kecuali yang telah dituliskan atasmu. Pena-pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering.” (Riwayat Tirmizi,iaberkata: hadits hasan shahih).

Wahai saudariku, jagalah – semoga Allah memberi taufiq kepadamu- shalat anda.

Allah berfirman:

“Dan sesunggunhya shalat itu mencegah perbuatan-perbuatan keji dan mungkar.” (QS. Al-‘Ankabut: 45).

Dari Abu Hurairah t berkata: aku mendengar Rasululah r bersabda: “Tahukah engkau jika di depan rumah seseorang di antara kamu ada sungai dan ia mandi di sungai tersebut setiap harilimakali, adakah kotoran yang tersisa padanya?Parasahabat menjawab: tentu tidak akan tersisa suatu kotoranpun padanya. Kemudian beliau bersabda: “Maka seperti itulah shalatlimawaktu, Allah menghapuskan dosa-dosa dengannya.” (Muttafaq alaih).

Keluarkanlah zakat, berpuasalah pada bulan Ramadhan, dan tunaikanlah haji ke Baitul Haram jika dapat melakukan perjalanan kesana. Semoga Allah menuntunmu. Sesungguhnya Allah adalah Penuntun orang-orang yang beriman.

Wahai saudariku. Hiasilah diri anda dengan akhlak yang mulia, seperti: jujur, amanah, rasa malu, rendah hati dan sabar. Hendaklah akhlak anda Al-Qur’an. Hendaknya anda melakukan silaturrahim dan berbakti kepada kedua orang tua, karena keduanya mempunyai hak yang besar terhadap anda.

Allah I berfirman:

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada kedua ibu bapak.” (QS. An-nisa’: 36).

Hindarilah tingkah laku yang tidak baik, seperti: sombong, aniaya, bohong atau berdusta, ghibah, namimah, hasud, menipu, dan lain sebagainya.

Wahai saudariku, Tetaplah berpegang dengan pakaian hijab yang telah disyariatkan dengan sempurna, dan berbanggalah dengan pakaian tersebut, dan janganlah anda tertipu oleh kesalahpahaman dan hawa nafsu yang ditiupkan oleh musuh-musuh Islam, karena anda adalah seorang muslimah yang berserah diri kepada Allah Rabb sekalian alam, Pencipta alam semesta ini.

Dia telah memerintahkan anda dengan firman-Nya:

“Hai Nabi, katakanlah kepada para isterimu, puteri-puterimu, para isteri orang-orang mu’min: hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Ahzab:59).

Wahai saudariku, Hati-hati dan hindarilah pergaulan dengan kaum lelaki di mana saja, karena dalam kehati-hatian tersebut terdapat penjagaan dan kesucian terhadap diri anda. Dengarlah firman Sang Pencipta yang menciptakan anda:

“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dulu.” (QS. Al-Ahzab: 33).

Dari Ibnu Abbas t bahwa ia mendengar Nabi r bersabda: “Tidak boleh seorang laki-laki bersama seorang perempuan kecuali si perempuan tersebut bersama mahramnya. Dan seorang perempuan tidak boleh bepergian kecuali bersama dengan mahramnya. Kemudian seseorang bertanya kepada beliau: “Wahai Rasulullah, isteriku akan pergi haji sedang aku telah mendaftarkan diri untuk perang ini dan itu?” Beliau menjawab: “Pergilah dan berjihadlah bersama isterimu.” (Muttafaqun alaih).

Wahai saudariku, Hati-hatilah –semoga Allah menjaga anda dari semua kejelekan- dari segala sarana kerusakan dan kejahatan, seperti: meniru-niru orang kafir dan menyerupai mereka, membaca majalah-majalah murahan yang penuh dengan bisa dan racun. Jagalah pendengaran dan penglihatan anda dari segala sesuatu yang dilarang Allah I berfirman:

“Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya.” (QS. Al-Isra’: 36).

Hendaknya penampilan dan pakaian anda yang Islami, jauh sama sekali dari apa yang ditampilkan oleh musuh-musuh Islam melalui majalah-majalah mode yang murahan. Karena anda, demi Allah, lebih mulia dan lebih agung dari jejak-jejak jahiliyah yang ditampilkan oleh penganjur-penganjur kerusakan di setiap tempat dan waktu.

Wahai saudariku, Usahakan anda bergaul dengan saudari-saudari yang shalehah. Hati-hatilah anda dari pergaulan dengan wanita yang menyimpang dari jalan Allah.

Rasulullah r bersabda: “Perumpamaan kawan yang baik dan kawan yang jelek adalah seperti penjual minyak wangi misk dan peniup ububan (pandai besi). Penjual minyak wangi mungkin akan memberikan anda sebagian minyak tersebut atau anda membeli sebagiannya, atau mungkin anda akan mendapatkan bau harum darinya. Sedang peniup ububan (pandai besi) mungkin akan membakar pakaian anda, atau mungkin anda akan mendapatkan bau tidak sedap darinya.” (Muttafaq alaih).

Wahai saudariku, Jadilah anda da’iyah ke jalan Allah di antara keluarga dan saudari-saudari anda yang muslimah lainnya, dengan penuh bijaksana dan nasehat yang baik.

Allah I berfirman:

“Serulah (manusia) ke jalan Rabbmu dengan hikmah dan nasehat yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.” (QS. An-Nahl: 125).

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar.” (QS. At Taubah: 71).

Wahai saudariku, Hendaknya para isteri Rasulullah r dan para sahabat menjadi teladan bagi anda dalam mendidik anak-anak dengan pendidikan Islam agar mereka menjadi–dengan pertolongan Allah- teladan hidup untuk setiap orang muslim yang menganjurkan ke jalan Allah dengan ilmu pengetahuan.

Wahai saudariku, Saya mewasiatkan agar anda mempunyai rasa malu, karena rasa malu termasuk bagian dari iman.

Dari Imran bin Hushain t berkata: Rasulullah r bersabda: “Malu tidak membawa kecuali kebaikan.” (Muttafaq alaih).

Malu itu baik semuanya” atau “Malu itu semuanya baik.” (HR. Muslim).

Dari Abu Said Al-Khudri t berkata: Rasulullah r lebih pemalu dari para gadis dalam pingitannya, jika melihat sesuatu yang dibencinya kita dapat melihat dari wajah beliau.” (Muttafaq alaih).

Wahai saudariku, Bergembiralah dengan kebaikan yang akan datang kepada anda dengan izin Allah.

Hayati firman Allah berikut:

“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mu’min, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu’, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang  memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menjadikan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (Al-Ahzab: 35).

Semoga Allah I menjaga anda dengan penjagaan-Nya, menumbuhkan anda menjadi tumbuhan yang baik, dan menjadikan anda sebagai puteri yang shalehah, saudari yang shalehah, ibu yang shalehah, dan memberi anda kebahagiaan di dunia dan akhirat. Sesungguhnya Rabbku Maha dekat, Maha mengabulkan dan mendengarkan do’a.

Iklan